Jumat, 11 Januari 2019

Tren Positif Prospek Hulu Migas

Prospek Hulu Migas di tahun 2019 ini dinilai akan lebih baikd ari tahun sebelumnya yakni tahun 2018. Di tahun 2018 diketahui bahwa harga minyak dunia turun akibat banyaknya pasokan minyak dan minimnya penyerapan minyak mentah global. Di sisi lain, telah terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global.
Prospek Hulu Migas
Prospek Hulu Migas

Untuk itu ditahun 2019 ini, perbaikan harga minyak telah disepakati dengan menekan produksi minyak dunia. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksektufi ReforMiner Institute menerangkan bahwa faktor - faktor yang menyebabkan industri migas (minyak dan gas bumi) menjadi lebih baik adalah karena adanya perbaikan pertumbuhan perekonomian global. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi ini maka menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap minyak mentah dunia.

Komaidi juga menyebutkan bahwa ada harapan yang lebih baik untuk sektor migas di tahun 2019 karena adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia sehingga dapat meningkatkan harga minyak dunia menuju level yang lebih baik lagi. Sehingga dengan adanya kabar baik ini, diharapkan dapat meningkatkan komoditi migas nasional.

Prestasi Doni Manardo Calon Kepala BNPB

Doni Manardo akan segera dilantik menjadi Kepala BNPB. Karir Letnan Jenderal Doni terus menanjak semenjak dirinya menjadi Dandenma (koamndan Detasemen Markas) Paspampres pada tahun 2008 dan menjabat terkahir sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional RI (Wantannas). Hingga akhirnya Presiden Joko Widodo akan segera melantiknya untuk menjadi Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk menggantikan posisi Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei.
Doni Manardo
Doni Manardo

Akan tetapi pelantikan tersebut dibatalkan dikarenakan Presiden Joko Widodo harus melakukan kunjungan kerja guna melihat penanganan pasca terjadinya bencana Tsunami selat sunda yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Hal ini dibenarkan oleh Johan Budi Juru Bicara Kepresidenan yang mengatakan bahwa Presiden pergi ke lampung secara mendadak.

Johan juga mengatakan bahwa sebelumnya Presiden memiliki agenda untuk melantik kepala BNPB namun akhirnya ditunda. Hingga sekarang (02/01/2019) belum ada informasi lanjutan terkait kapan pelantikan kepala BNPB yang baru itu akan dilaksanakan. Untuk diketahui, Doni adalah alumni dari akademi militer angkatan tahun 1985 yang memiliki karir panjang untuk Kopassus TNI AD hingga menjadi Komandan Batalyon Kopassus.

Persentase Inflasi 2018

Inflasi Desember telah terjadi. Penyebab utama terjadinya inflasi di bulan desember dikarenakan adanya permintaan yang meninggi akibat perayaan natal dan tahun baru. BPS (badan pusat statistik) telah merilis informasi bahwasannya pada bulan desember 2018 telah terjadi inflasi yakni sebesar 0,62% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (MoM) dan merupakan inflasi paling tinggi dari sepanjang tahun 2018 ini.
Inflasi 2018
Inflasi 2018

Besarnya angka inflasi ini jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di bulan Desember tahun 2017 terbilang lebih kecil akrena inflasi desember 2017 sebesar 0,71%, dan dinilai lebih tinggi dari inflasi yang terjadi di bulan Desember tahun 2016 yang sebesar 0,42%. Sementara itu, secara akumulasi yakni inflasi periode bulan januari sampai dengan Desember 2018 atau Inflasi 2018 sebesar 3,13% dinilai lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi sepanjang januari - Desember 2017 yang mengalami inflasi 3,61%.

Peningkatan inflasi ini dipicu oleh adanya perayaan antal dan tahun baru 2019. Hal ini tercermin dari meningkatnya indeks kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan, makanan ajdi, minyman, rokok, dan tembakau, keompok perumahan air listrik, gas dan bahan bahan bakar.

Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga 2019

Stabilitas Ekonomi ditahun 2018 dinilai stabil oleh BI dan OJK. Untu itu,  Bank Indonesia dan Otoritas jasa keuangan berkomitmen untuk tetap bersinergi menghadapi tahun yang baru yakni 2019 yang bertepatan dengan diadakannya Pemilu 2019. Penilaian BI dan OJK ini berdasarkan dari pertumbuhan ekonomi yang positif yakni diproyeksikan mencapai 5,2% yang tentunya angka tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang hanya mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07%.
Stabilitas Ekonomi
Stabilitas Ekonomi

Perry Warjiyo, Gubernur BI berkata bahwa kuncinya adalah sinergi dan optimisme, ujar dirinya saat bersilaturhmi dengan otoritas jasa keuangan di kantornya. Oleh sebab itu, menurut Perry sinergi itu harus dilanjutkan agar stabilitas ekonomi nasional pada tahun 2019 tetap terjaga dan mengarah ke arah yang lebih baik.

Perry juga menerangkan bahwa dirinya mengajak Bank Indonesia dan jajaran otoritas jasa keuangan untuk memperkuat sinergi dan juga optimisme untuk menggapai tahun 2019 dan tahun berikutnya dengan kinerja ekonomi yang lebih baik lagi dari tahun - tahun yang sebelumnya.

Penyebab Inflasi Desember

Angka Inflasi Desember Eningkat sehingga secara akumulasi inflasi 2018 menembus 3,13%. BPS (badan pusat statistik) telah mengeluarkan pengumuman yang menginformasikan bahwa inflasi bulanan yang terjadi yakni pada bulan Desember 2018 adalah sebesar 0,62% sehingga jika dihitung akumulatif dari bulan januari 2018 sampai dengan Desember 2018 maka inflasi tahunan 2018 adalah sebesar 3,13% lebih rendah dibandingkan dengan inflasi yang terjadi pada tahun 2017 yang mencapai angka 3,61%.
Inflasi Desember
Inflasi Desember

Akan tetapi jika dibandingkan dengan inflasi pada tahun 2016, maka inflasi tahun 2018 terbilang tinggi akrena inflasi 2016 hanya mencapai 3,02% yang artinya desember 2016 merupakan level inflasi terendah semenjak tahun 2009. Suhariyanto, kepala badan pusat statistik mengeluarkan pendapat bahwasannya pemerintah telah berhasil menjaga tingkat inflasi nasional sepanjang tahun 2018 dan berharap akan berlanjut di tahun 2019 sekarang ini.

Sementara itu, pemerintah sempat memprediksi inflasi nasional berada pada level yang cukup lebih tinggi yakni sebesar 3,2%. Suhariyanto pun berharap harga barang dan kebutuhan masyarakat tetap stabil. Sebab utama inflasi 2018 adalah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi yang memyebabkan inflasi sebesar 0,26%.

Menaksir Sumbangan Individu Kampanye Prabowo

Sumbangan Individu untuk kampanye nasional pasangan calon presiden dan wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sandiaga Uno berjumlah kurang lebih 150 juta rupiah. Meski sumbangan individu terkesan minim, Tim pemenangan Prabowo optimis ini adalah mandat dari rakyat yang menginginkan perubahan.
Sumbangan Individu
Sumbangan Individu

Jika dibandingkan dengan laporan penerimaan dana kampanye yang telah disampaikan Badan pemenangan nasional Prabowo sandiaga per tanggal 31 Desember maka dapat dikatakan meningkat. Karena per tanggal 31 Desember, sumbangan individu hanya mencapai 76,19 juta rupiah. Sebanyak 150 juta rupiah itu belum ditambah dengan penggalangan dana yang diperkirakan telah mencapai 3,5 milyar rupiah. Pada saat ini, jumlah dana kampanye yang telah terkumpul oleh Prabowo sandiaga adalah sebesar 54 miliar rupiah.

Adapun sumber dana itu terbesar dari Sandiaga uno yang mencapai 39,5 miliar rupiah atau sebesar 73,1%. Sementara itu sumbangan dana kampanye dari Prabowo Subianto adalah sebesar 13,05 miliar rupiah atau sebesar 24,2%. Partai gerindra menyumbang sebesar 1,39 miliar rupiah. Sementara itu Partai koalisi Indonesia adil makmur seperti PAN, Dmokrat, dan PKS belum ikut menyumbangkan dana kampanye.

Turunnya Nilai Tukar Rupiah

Nilai Tukar Rupiah kembali mengalami penurunan akibat ketidakpastian perekonomian global pada tahun 2018. Tutunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (amerika serikat) menjadikan Indeks harga saham dan juga obligasi mengalami penurunan sepanjang tahun 2018.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai Tukar Rupiah

Adanya ketidakpastian global dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan The Fed dan juga adanya ancaman dari perang dagang antara amerika serikat dengan tiongkok yang turut memicu depresiasi mata uang rupiah dan juga mata uang negara berkembang lainnya yang berujung apda pasar keuangan global. Pada penutupan akhir tahun 2018 yang lalu, nilai tukar rupiah berada dan ditutup pada level 14.390 rupiah per dolar amerika serikat, artinya telah melemah sebesar 6,16% jika dibandingkan dengan posisi apda akhir tahun 2017 yang ditutup pada level sebesar 13.555 rupiah per dolar Amerika Serikat.

Selanjutnya IHSG (indeks harga saham gabungan) pada Bursa efek Indonesia di penutupan tahun 2018 berada pada posisi 6.194,5 atau dinilai menyusut sebesar 2,54% jika dibandingkan dengan posisi penutupan IHSG di tahun 2017 yakni sebesar 6.355,65. Dengan demikian indeks komposit obliasi IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency) pada akhir tahun 2018 telah turun sebesar 0,86% menuju level 240,9 dari yang sebelumnya berada di level 242,98 tahun 2017.