Selasa, 11 Desember 2018

Transportasi Natal dan Tahun Baru

Natal dan Tahun Baru tingaal menghitung hari, perayaan natal dan tahun baru memang terasa spesial bagi umat kristiani di seluruh penjuru dunia tidak terkecuali umat kristiani di Indonesia. Dengan datangnya suatu haru raya keagamaan dan menjelang padatnya mobilitas libur panjang ditambah dengan libur tahun baru, Kementerian perhubungan mengupayakan sejumlah kebijakan untuk menambah jumlah armada moda transportasi baik di darat, laut, dan udara untuk menunjang segala mobilitas masyarakat baik yang ingin merayakan natal maupun memanfaatkan libur panjang ini.
Natal dan Tahun Baru
Natal dan Tahun Baru

Penambahan armada transportasi ini difungsikan sebagai moda cadangan jikalau terjadi lonjakan penumpang pada libur natal dan tahun baru ini. MEnurut data yang dirilis oleh Kementerian perhubungan, moda transportasi yang diperkirakan tumbuh paling tinggi adalah moda angkutan sungai, danau, dan juga penyebrangan.

Sementara itu, pertumbuhan penumpang pada moda transportasi ayng menggunakan kereta api diperkirakan tumbuh mencapai 4,4% atau sekitar 5,3 juta penumpang pada hari libur natal dan juga tahun baru 2018. Sejumlah moda transportasi yang lain pun cenderung bertumbuh diatas 5% pada libur natal dan tahun baru ini.

Pelemahan Rupiah Kembali

Pelemahan Rupiah kembali terjadi dalam tiga hari belakangan ini. Pelemahan rupiah tidak sendirian, tetapi diikuti oleh beberapa mata uang negara yang lainnya. Akan tetapi, pelemahan rupiah ini terjadi sangat cepat jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang turut ikut mengalami pelemahan nilai tukar. Pelemahan rupiah ini berimbas pada melemahnya indeks harga saham gabungan yang berakhir pada zona merah pada perdagangan sesi I hari kamis tanggal 6 Desember 2018 yang lalu.
Pelemahan Rupiah
Pelemahan Rupiah

Secara umum, IHSG telah turun sebesar 0,53% ke posisi sebesar 6.100,93 poin atau telah terkoreksi sebesar 32,21 poin. Melemahnya Indeks harga saham gabungan ini buntut dari adanya eskalasi perang dagang antar amerika serikat dan tiongkok ditambah melemahnya rupiah selama tiga hari berturut - turut. Sejumlah pemodal asing akhirnya melepaskan sahamnya pada pasar modal Indonesia yang turut memperparah kondisi Indeks harga saham gabungan.

Pelemahan rupiah ini juga disebabkan oleh adanya indikasi resesi dari Perekonomian Amerika Serikat. Sementara itu, melemahnya IHSG juga disokong oleh 8 dari sepuluh industri sektoral yang telah mengalami koreksi. Hanya 2 indeks sektoral yang mengalami kenaikan yakni sektor infrastruktur dan juga undustri dasar yang mengalami kenaikan tipis. 

Dimana Pertemuan OPEC

Menjelang diadakannya Pertemuan OPEC, harga minyak dunia jenis brent terus mengalami penurunan. Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi salah satu sebab menurunnya harga minyak dunia, sementara itu pasokan minyak dunia semakin melimpah yang berakibat pada melemahnya harga jual minyak mentah dunia. OPEC adalah Organisasi negara - negara pengekspor minyak dunia.
Pertemuan OPEC
Pertemuan OPEC

Rencananya, pertemuan OPEC kali ini akan diadakan di Wina Austria. Agenda dari pertemuan OPEC ini kemungkinan akan membahas tentang pemangkasan produksi minyak OPEC dan para sekutunya yang ditujukan agar harga minyak dunia kembali naik seperti yang diharapkan. Dilansir dari Reuters, harga minyak dunia jenis brent pada hari kamis tanggal 6 Desember 2018 jam 01.40 GMT telah menyentuh level 61,49 dolar amerika serikat per barelnya atau turun sebesar 0,9% jika dibandingkan dengan harga pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya yakni tanggal 5 Desember 2018 yang telah mencapai level 62,08 per barel.

Dari pertemuan itu nantinya diharapkan ahrga minyak dunia akan kembali mengalami masa kejayaannya di kancah harga minyak dunia, dan semoga produksi minyak dalam negeri mampu bersaing dengan negara produsen minyak dunia.

Penjualan Saham Saratoga

Dalam dua bulan terakhir, calon wakil presiden denan nomor urut 02 Sandiaga Uno telah menjual sebagian Saham Saratoga dengan total niali transaksi mencapai 500 miliar rupiah. Seperti diketahui, sandiaga uno telah melepas saham saratoganya sebanyak 10 kali dalam 2 bulan terakhir ini dengan rata - rata penjualan per sahamnya 3.776 rupiah sampai dengan 3.802 rupiah.
Saham Saratoga
Saham Saratoga

Sandiaga Uno mengaku, penjualan saham ini akan digunakan sebagai dana kampanye yang terukur dan sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Bendahara kampanyenya. Dengan penjualan saham saratoga, maka kepemilikan saham sandiaga uno di saratoga hanya tersisa sebanyak 630,82 juta saham atau sebesar 23,25% dari sebelumnya sebesar 702,71 juta saham atau sebesar 25,9%. Sandiaga mengaku dirinya harus all out untuk membiayai kampanye, karena samapi saat ini belum ada donasi yang masuk untuk membiayai kampanye nasional pihaknya.

Sementara itu, sandiaga uno enggan untuk menyebutkan berapa biaya kampanye yang dikeluarkannya tiap bulan. Dirinya hanya menyebutkan bahwa semua kebutuhan biaya untuk kampanye telah dihiutng oleh tenaga ahli yang ada. dengan teknis bendahara akan menyampaikan sejumlah kebutuhan dana kampanye dan dirinya akan memenuhi kebutuhan tersebut.

Pencapaian Target Pemerintah

Target Pemerintah pada tahun 2019 terkait pertumbuhan ekonomi nasional, diprediksi tidak akan tercapai. Apindo, Asosiasi Pengusaha Indonesia memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 mendatang hanya mampu mencapai sebesar 5,2% yang artinya pencapaian tersebut masih sedikit dibawah target pertumbuhan perekonomian yang ditargetkan oleh Pemerintah Indonesia.
Target Pemerintah
Target Pemerintah

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dalam RAPBN atau rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2019 dapat mencapai sebesar 5,3%. Hariyadi Sukamdani, ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia menjelaskan bahawa pada tahun 2019 mendatang, pengusaha banyak melihat sejumlah pertimbangan dan sejumlah hal yang akan masih membayangi kondisi ekonomi nasional. Pertimbangan lain yang membayangi perekonomian nasional adalah adanya dampak lanjutan atas gejolak perekonomian luar negeri seperti terkait ancaman perang dagang antara tiongkok dan amerika serikat.

Dengan adanya kondisi tersebut, dikhawatirkan dapat memberikan buntut panjang seperti fluktuasi nilai tukar rupiah yang tentunya berakibat signifikan terhadap ekspansi duna usaha nasional. Oleh karena itu, Asosiasi pengusaha indonesia menilai, proyeksi pertumbuhan ekonomi indonesia pada tahun 2019 mendatang hanya mampu mencapai 5,2% dengan berlatar belakang prinsip kehati - hatian terkait dunia usaha dan antisipasi adanya potensi lanjutan dari gejolak eksternal luar negeri.

Kategori Ukuran Korupsi

Ukuran Korupsi suatu negara hendaknya diukur dengan menggunakan indeks yng dirilis oleh TI atau Transparancy International. KPK atau komisi pemberantasan korupsi memandang bahwa tingkat korupsi yang terjadi disuatu negara wajib dilihat dari IPK atau indeks persepsi korupsi yang dikeluarkan oleh Transparency International setiap tahunnya.
Ukuran Korupsi
Ukuran Korupsi

KPK juga berpendapat bahwa suatu ukuran korupsi tidak dapat diukur dengan indikator manapun kecuali IPK, apalagi ukuran korupsi suatu negara disamakan dengan tingkat parahnya penyakit kanker. Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 dalam acara The World in 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan olejh the economist di salah satu hotel ternama singapura mengatakan bahwa ISu utama yang terjadi di Indonesia pada saat ini adalah maraknya kasus korupsi yang menurutnya sudah seperti penyakit kanker stadium empat.

Laode M Syarief, Wakil ketua komisi pemberantasan korupsi menyatakan bahwa ukuran korupsi itu jelas beda dengan ukuran penyakit kanker yang ada beberapa tingkatan yakni stadium satu, stadium dua, stadium tiga, dan stadium empat. Untuk diketahui, IPK Indonesia sebesar 3,7 yang artinya lebih abik jika dibandingkan dengan Thailand dan Filiphina yang artinya Indonesia sebagai negara terbaik ke 3 di ASEAn dalam penanganan korupsi.

Antisipasi Ancaman Siber

Ancaman Siber memang menjadi momok yang menakutkan bagi keamanan internet di Indonesia tidak terkecuali keamanan server pemilu yang akan diadakan pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum telah menyiapkan segala strategi dan langkah untuk menghadapi adanya serangan siber yang mungkin terjadi untuk memanipulasi hasil pungutan suara pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 mendatang.
Ancaman Siber
Ancaman Siber

Selain itu, KPU Komisi pemilihan umum menilai bahwa ancaman serangan siber yang terjadi di Indonesia tidak akan dapat mempengaruhi Pemilu tahun 2019. Hal ini dikarenakan perhitungan suara dalam Kontes demokrasi ini tidak akan dilakukan secara elektronik, sehingga tidak ada celah bagi serangan siber untuk masuk kedalamnya. Merujuk pada perundang - undangan yakni UU Nomor 7 tahun 2017 yang terkait Pemilu menyatakan bahwa perhitungan suara dan penetapoan dalam pemilu harus dilakukan secara manual sehingga sama sekali tidak menggunakan media elektronik dalam menghitung suara.

Viryan Aziz, Komisioner Komisi Pemilihan Umum menerangkan bahwa pemilu tahun 2019 merupakan pemilu yang manual, bukan pemilu yang bersifat elektronik.